Jumat, 14 Juni 2013


SAMPAH
PROBLEM SOLVING
Hendrati  (42 thn) warga ciaul, Sukabumi. Seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, PNS di SDN Cijangkar Kota Sukabumi. Merupakan sosok yang kreatif dalam pemanfaatan sampah. Dari tangannya sampah atau limbah ini ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomis dan bisa menambah penghasilan. Bahkan dari kegiatan pemanfaatan limbah ini Hendrati mendapat penghargaan dari Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Hendrati, mengawali usaha pemanfaatan limbah dengan membuat usaha kerajinan dengan bahan baku dan daur ulang limbah Koran bekas. Usaha dirintis sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dengan bahan kertas Koran yang selama ini diacuhkan, dibiarkan menumpuk, atau hanya dijual kiloan dengan harga sekitar Rp. 1800/kg, ternyata melalui tangan Hendrati  bisa disulap menjadi kerajinan yang sangat menarik dan bermanfaat, seperti tempat payung, box tissue, dan pas bunga dll. Dengan kreativitas yang dimiliki, Hendrati bisa membuat barang limbah menjadi sesuatu barang yang berguna. Tidak hanya kertas Koran bekas yang dia sulap. Setelah limbah Koran bekas, Hendrati mulai mencoba berbagai dengan limbah pertanian, seperti biji-bijian, kulit jagung, pelepah batang pisang, dan tangkai padi.
Selama ini kita menganggap kulit jagung, pelepah batang pisang tidak bernilai ekonomis, akan tetapi oleh Hendrati, barang-barang tersebut bisa dibuat bunga buatan, bros, pigura dan masih banyak lagi. Belum lagi bila kita melihat salah satu karya Hendrati berupa hiasan dinding yang terbuat dari anyaman lidi. Batang-batang lidi dianyam sedemikian rupa, dan dihias dengan bunga-bunga yang terbuat dari pelepah pisang, biji-bijian. Hasilnya bisa digunakan sebagai hiasan dinding yang eksotis dan sangat ramah lingkungan.
Salah satu karya Hendrati yang menghantarkannya hingga meraih penghargaan dari Meneg Lingkungan Hidup berupa miniature binatang mirip katak yang dinamakan “TIMI”. Timi terbuat dari kulit buah jagung (klobot) yang dikumpulkan. Kulit buah jagung yang selama ini hanya sebagai bahan bakar, bisa disulap menjadi  barang pajangan yang juga berfungsi sebagai tempat pensil. Produk tersebut langsung laris dipasaran dengan harga jual berkisar Rp.20.000/buah. Dalam sehari produk “TIMI” yang dihasilkan sekitar 50 buah. Saat ini dalam proses pembuatannya telah mempekerjakan 5 orang. Kerajinan ini telah dipasarkan ke beberapa kota seperti Jakarta dan kota-kota lainnya.
Daya kreativitas yang dimiliki oleh Hendrati dalam pemanfaatan barang-barang tersebut, menimbulkan ketertarikan dari beberapa pihak. Beberapa ibu rumah tangga saat ini terpikat untuk mempelajari pemanfaatan limbah tersebut. Di sela-sela rutinitas rumah tangga, mereka meluangkan waktu untuk belajar membuat barang kerajinan.
Semangat dan kreativitas yang dimiliki Hendrati tentunya dapat sebagai contoh dan pantas untuk ditiru, disamping membantu dalam memecahkan permasalahan lingkungan seperti sampah, ternyata sangat membantu peningkatan penghasilan rumah tangga. Terlebih lagi pada masa-masa krisis ekonomi saat ini, kreatifitas dan terobosan untuk menciptakan pekerjaan sangat diperlukan.
Unsur Utama Masalah
·         Limbah rumah tangga yang tidak berguna
·         Krisis ekonomi

Tahap Pemecahan Masalah
·         Mengolah sampah dan limbah rumah tangga menjadi barang-barang yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi
·         Menciptakan lapangan pekerjaan dengan usaha daur ulang sampah rumah tangga itu untuk warga disekitar dia tinggal