SAMPAH
PROBLEM
SOLVING
Hendrati
(42 thn) warga ciaul, Sukabumi. Seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang
anak, PNS di SDN Cijangkar Kota Sukabumi. Merupakan sosok yang kreatif dalam
pemanfaatan sampah. Dari tangannya sampah atau limbah ini ternyata bisa dimanfaatkan
menjadi barang yang bernilai ekonomis dan bisa menambah penghasilan. Bahkan
dari kegiatan pemanfaatan limbah ini Hendrati mendapat penghargaan dari Meneg
Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Hendrati, mengawali usaha pemanfaatan limbah
dengan membuat usaha kerajinan dengan bahan baku dan daur ulang limbah Koran
bekas. Usaha dirintis sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dengan bahan
kertas Koran yang selama ini diacuhkan, dibiarkan menumpuk, atau hanya dijual
kiloan dengan harga sekitar Rp. 1800/kg, ternyata melalui tangan Hendrati bisa disulap menjadi kerajinan yang sangat
menarik dan bermanfaat, seperti tempat payung, box tissue, dan pas bunga dll.
Dengan kreativitas yang dimiliki, Hendrati bisa membuat barang limbah menjadi
sesuatu barang yang berguna. Tidak hanya kertas Koran bekas yang dia sulap.
Setelah limbah Koran bekas, Hendrati mulai mencoba berbagai dengan limbah
pertanian, seperti biji-bijian, kulit jagung, pelepah batang pisang, dan
tangkai padi.
Selama
ini kita menganggap kulit jagung, pelepah batang pisang tidak bernilai
ekonomis, akan tetapi oleh Hendrati, barang-barang tersebut bisa dibuat bunga
buatan, bros, pigura dan masih banyak lagi. Belum lagi bila kita melihat salah
satu karya Hendrati berupa hiasan dinding yang terbuat dari anyaman lidi.
Batang-batang lidi dianyam sedemikian rupa, dan dihias dengan bunga-bunga yang
terbuat dari pelepah pisang, biji-bijian. Hasilnya bisa digunakan sebagai
hiasan dinding yang eksotis dan sangat ramah lingkungan.
Salah
satu karya Hendrati yang menghantarkannya hingga meraih penghargaan dari Meneg
Lingkungan Hidup berupa miniature binatang mirip katak yang dinamakan “TIMI”.
Timi terbuat dari kulit buah jagung (klobot) yang dikumpulkan. Kulit buah
jagung yang selama ini hanya sebagai bahan bakar, bisa disulap menjadi barang pajangan yang juga berfungsi sebagai
tempat pensil. Produk tersebut langsung laris dipasaran dengan harga jual
berkisar Rp.20.000/buah. Dalam sehari produk “TIMI” yang dihasilkan sekitar 50
buah. Saat ini dalam proses pembuatannya telah mempekerjakan 5 orang. Kerajinan
ini telah dipasarkan ke beberapa kota seperti Jakarta dan kota-kota lainnya.
Daya
kreativitas yang dimiliki oleh Hendrati dalam pemanfaatan barang-barang
tersebut, menimbulkan ketertarikan dari beberapa pihak. Beberapa ibu rumah
tangga saat ini terpikat untuk mempelajari pemanfaatan limbah tersebut. Di
sela-sela rutinitas rumah tangga, mereka meluangkan waktu untuk belajar membuat
barang kerajinan.
Semangat
dan kreativitas yang dimiliki Hendrati tentunya dapat sebagai contoh dan pantas
untuk ditiru, disamping membantu dalam memecahkan permasalahan lingkungan
seperti sampah, ternyata sangat membantu peningkatan penghasilan rumah tangga.
Terlebih lagi pada masa-masa krisis ekonomi saat ini, kreatifitas dan terobosan
untuk menciptakan pekerjaan sangat diperlukan.
Unsur
Utama Masalah
·
Limbah
rumah tangga yang tidak berguna
·
Krisis ekonomi
Tahap
Pemecahan Masalah
·
Mengolah sampah dan limbah rumah tangga menjadi
barang-barang yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi
·
Menciptakan lapangan pekerjaan dengan usaha daur
ulang sampah rumah tangga itu untuk warga disekitar dia tinggal